Sabtu, 13 Juni 2009

LA Ligths Campus League Final 2009 With Maliq and D'Essenstials

Sekali lagi dan untuk kesekian kalinya aku menyaksikan maliq di Surabaya, setelah beberapa kali menyaksikan dan menyimak band ini secara gratis pada kesempatan kemarin tanggal 11 juni 2009 akhirnya aku membeli tiket ( lebih tepate dibelikan, jadi te2p aja gratis ). Pada kesempatan kali ini Maliq and D'Essenstials tampil sebagai bintang tamu dalam acara LA Ligths Campus League Final 2009.

oke kita mulai rangkaian kejadian di saat itu, aku mulai ketika aku keluar dari kantor tempat ku mengais rejeki, sekitar pukul 5 sore, aku langsung meluncur dengan ke Farmasi Unair untuk menjemput Amy ku, setelah itu langsung menuju ke kos amy, sampe disana harus menunggu dia mandi, setelah beberapa lama menunggu dengan ditemani sebotol ( g tau musti disebut apa ) yakult, akhirnya Amy turun bersama adiknnya yang bernama Watik ( oiya untuk adik yang satu ini akan aku ceritakan lain kesempatan saja ). Setelah semua siap dan taksi yang mengangkut Amy dan Watik sudah datang, maka meluncurlah mereka ke TKP ( GOR Kertajaya ), sedangkan aku yang lagi lapar mampir dulu kbeli nasi krengsengan.

Sesampainya disana, ehhh dasar dua orang calon keluarga ( kalau jadi, amin ) ku ini emang agak aneh, mau - maunya ditipu ama calo, dibilang tiket habis mereka percaya aja, dan beli akhirnya mereka beli ke calo dengan harga 5ribu lebih mahal dari harga sebenere, mana beline 5 lagi...
sempat dongkol juga seh, napa g dateng lebih cepat biar bisa mencegah modus penipuan klasik ini..

oke langsung ke dalam...
masuk ke dalam GOR, ternyata akan ada pertandingan final antara Tim Basket Cowok Unair VS Ubaya. Dan stelah menyimak pertandingan selama 4 game, akhirnya unair dapat meraih gelar JUARA...hore.....Selamat....

Setelah prosesi penyerahan hadiah, maka acara yang paling ditunggu tiba juga,.....

Maliq and D'Essenstials langsung menghentak dengan lagu lagu mereka yang Soulfull, semua penonton langsung merangsek ke tengah lapangan untuk menyaksikan lebih dekat penampilan Maliq and D'Essenstials yang luar biasa, Angga dan Indah duo vokalis ini langsung turun ke lapangan dan bernyanyi dipanggung kecil yang sebelumnya digunakan untuk penyerahan trophy, dan personil lain masih dipanggung yang tinggi sekali, maklum lah mereka pegang alats semua, g mungkin untuk di gotong ke bawah, malam itu angga tampil memakai jaket parasit abu2 dengan rambut di ikat dan memakai kacamatanya, indah yang baru saja memiliki momongan memakai baju yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya yang baru melahirkan ( tapi tetep cantik n seksi beee.....!!!! I Love U indah...)

Malam itu Maliq and D'Essenstials kurang lebih menyanyikan 10 lagu andalan mereka, diantaranya Heaven, Tandanya, Dsb...dan lagu yang paling fenomenal "untitled" tidak lupa mereka dendangkan. Tidak lupa mereka membawakan juga lagu andalan dari album terbaru mereka yang berjudul "Pilihanku". Sempat g nyangka juga melihat animo para penonton malam itu, ternyata penggemar Maliq and D'Essenstials ini lumayan banyak juga ya, kurang tau mereka bener2 ngeFans atau cuma tau lagu - lagu maliq, tapi yang jelas mereka kebanyakan hafal lagu - lagu Maliq and D'Essenstials.

Salute aku buat Indah, dengan kondisi baru melahirkan seperti itu, suara dan tenaga nya masih terjaga, dengan segala keterbatasan dia masih bisa mengimbangi penampilan Angga. Malam itu penampilan mereka ditutup manis denga mendedangkan lagu "Pilihanku"

Terima Kasih Maliq and D'Essenstials telah memberikan penampilan yang patut disimak dengan seksama dan tidak untuk tempo yang singkat seperti malam itu...
tapi Thank's...

Bubaran acara, pengen cepetan pulang, eh ternyata adiknya Amy, Si wati sudah binggung pengen ketemu ama Maliq and D'Essenstials , secara dia fans berat Maliq and D'Essenstials dan sudah dibela - belain meluncur dari Jogja ke Surabaya Just For Maliq and D'Essenstials. Setelah bertelepon - telepon ria dengan manajer Maliq and D'Essenstials, akhirnya adik gendut ini berhasil juga, sang manajer keluar ruangan, dan membawa sang adik menghilang ke balik pintu backstage tempat Maliq and D'Essenstials istirahat, fyuh sial juga....yang diperbolehin masuk cuma dia aja..
kasian Amy g bisa masuk...akhirnya aku, Amy dan beberapa teman menunggu di luar, setelah sekitar 25 menit si Wati keluar dengan teriakan khas nya dan menunjukkan sepasang drum stick dengan label Maliq and D'Essenstials, iya...dia dapet drum stick nya Widi drumer Maliq and D'Essenstials. Dia juga mamerin beberapa fotonya dengan sang pujaan dan tanda tangan meraka,

setelah istirahat sebentar dan menghubungi taksi, kami meluncur pulang,........

Good Night.....

Jumat, 05 Juni 2009

Lebih Akrab Dengan "Yang Paling Genit"


Sungguh luar biasa dengan "Yang Paling Genit" satu ini, setiap hari dia selalu menemaniku di tempat kerja, di warung dan dimanapun aku membutuhkan dia...

"Yang Paling Genit" ini bila sudah berada di dekatku pasti akan selalu memberikan kenikmatan dan kehangatan yang luar biasa dan akhirnya berakhir pada kepuasan yang tak dapat digambarkan dengan barisan kata dan di terjemahkan dalam goresan kuas di canvas kehidupan...byuh...

sudah lama aku mengenalnya namun baru sekitar tahun kemarin aku mengenal lebih dalam si "Yang Paling Genit" ini, dan di tempat kerjaku yang baru ini aku merasa semakin dekat dengan si "Yang Paling Genit". Dee ( Dewi Lestari ) orang yang memberikan julukan untuk temanku yang satu ini lewat bukunya yang berjudul "filosofi kopi", iya bener banget si "Yang Paling Genit" ini adalah minuman penghangat suasana, memang dia bukan minuman orisinil namun dia merupakan minuman yang membuat suasana menjadi tambah ceria dikantor ku, iya dia adalah HOT CAPPUCINO.

Sejarah Kopi :

Kopi untuk pertama kali menjadi minuman dan dibudidayakan percaya atau tidak adalah oleh umat Islam beberapa puluh abad yang lalu, tepatnya di daerah Yaman. Pada masa itu kopi dinikmati dengan cara merebus dan menjadikan minuman yang nikmat dan biasa disebut Qahwah. Pada awalnya, kopi merupakan konsumsi bagi kaum sufi untuk menjadikan mereka kuat dan tahan untuk melakuan zikir dan shalat malam, hal tersebut dikarenakan efek penyegar yang diakibatkan oleh kafein yang dikandungnya. Kopi merupakan salah satu cara ampuh membuat mata bertahan melek hingga jauh malam untuk beribadah. Dari Kaum sufi inilah kopi selanjutnya menjadi konsumsi umum di masyarakat Muslim Yaman dan baru kemudian di seluruh dunia Islam melalui para musafir dan jamaah haji. Kopi sendiri mulai dikenal di Makkah dan Turki sekitar akhir abad 15, dan dikenal di Kairo pada abad 16

Si Genit :

Inovasi terhadap penyajian kopi menyebabkan bencana besar yaitu dengan ditemukannya beberapa varian penyajian kopi yang menjadikannya tidak hanya minuman penyegar namun sudah menjadi gaya hidup. Diawali pada tahun 1683 cappucino mulai dikenal. Cara penyajian model cappuccino sendiri terinspirasi oleh Marco D'Aviano, seorang imam Biara Capuchin, awal mulanya ketika dia ikut perang melawan pasukan Turki Ustmani di Benteng Wina 1683. Pada perang tersebut pasukan Turki berhasil dikalahkan, dan mereka menemukan karung berisi kopi yang ditinggalkan oleh tentara Turki. Namun bagi mereka rasa kopi tersebut terlalu kuat, dicampurkanlah ke dalamanya kream dan madu. Campuran ini menjadikan kopi berubah warnaya menjadi coklat yang mirip dengan warna jubah yang dikenakan Biara Capuchin.

Penamaan cappuccino sendiri sebagai penghormatan untuk Marco D'Aviano's. Sejak saat itulah cappuccino menjadi minuman yang cukup favorit dengan rasa nikmat. Cappucino juga menjadi simbol kemenangan Eropa terhadap Khilafah Turki Utsmani.

ini merupakan tips untuk membuat cappucino sendiri, sudah dipraktekkan dan terbukti luar biasa, benar - benar kopi yang genit...

Bahan:
- 6 sdm cappucino instan
- 900 ml susu cair panas
- 375 ml krim kental
- 50 gr gula pasir
- kayumanis bubuk untuk taburan

Cara membuat:
1. Larutkan cappucino instan dengan sedikit susu panas. Lalu tuang sisa susu, aduk rata.
2. Kocok krim kental bersama gula pasir hingga lembut dan agak kaku.
3. Tuang cappucino di dalam cangkir, beri krim kental secukupnya. Taburi sedikit kayumanis bubuk, sajikan.

Rabu, 03 Juni 2009

Berbagi....

Pendakian merupakan sesuatu kegiatan alam bebas yang menjadi sangat populer akhir - akhir ini, banyaknya berita pendaki hilang akhir - akhir ini bisa di sebabkan oleh beberapa faktor dasar, karena kurang tahunya si pendaki mengenai gunung tersebut ataupun karena kenakalan mereka sendiri. Tapi tidak bisa dipungkiri beberapa kejadian terakhir lebih disebabkan faktor manusia yang melakukan pendakian bukanlah seorang yang terbiasa mendaki, ato bisa dikatakan sekumpulan teman satu genk yang ingin maen ke gunung..

tapi kita bahas di lain waktu aja, di sini aku cuma mau berbagi tentang kebutuhan pendakian gunung sederhana, kalau memang ada kurang lebihnya mohon bisa ditambahkan sendiri..
hehehhh,.....


-> Daftar Barang Pribadi

* Tas Ransel(Ukuran menyesuaikan)
* Matras (wajib Bawa biar tidurnya enak)
* Sliping Bag (menyesuaikan kondisi gunung tapi sebaiknya bawa aja)
* Ponco atau Rain Coat (wajib bro..biasanya ketinggalan neh)
* Topi(Tutup Kepala)
* Tempat Minum (terserah beli botol biasa apa botol aqua)
* Pakaian Ganti (kalau g ganti ya g pa2, tapi kasian teman satu tenda)
* Baju hangat(tangan panjang)
* Jacket (kalau kuat dingin g usah bawa ga pa2..)
* Sarung tangan ( disarankan bawa lebih dari satu pasang)
* Kaos kaki ( bawa lebih dari 3 pasang)
* Peta dan kompas ( kalau punya, minimal bawa kompas lah..)
* Lampu senter ( jangan lupa bawa lampu ganti ama baterai)
* Sepatu (bisa sepatu sandal)
* Sendal jepit (biar kaki bisa menghirup udara )
* Pisau lipat (kalau tidak punya ya pisau biasa aja)
* Alat2 kebersihan pribadi(sabun,sikat gigi,dll)
* Tissue gulung ( penting neh, kalau g mau beli ambil aja di toilet kantor masing2 )
* Makanan ringan ( bawa coklat juga boleh buat nambah energi)
* Tali pramuka ( tali plastik, jangan diremehkan... )
* Korek gas( jangan lupa bawa korek kayu juga buat jaga2 )
* Celana pendek dan celana panjang ( bawa lebih dari satu )
* Sendok, garpu dan piring plastik ( siap2 makan pake diatas daun kalau g bawa)
* Obat2an pribadi ( yang punya penyakit pribadi )
* Kantong plastik ( kalau bisa bawa berbagi ukuran )


-> daftar barang bersama

* Tenda
* Nasting
* Lampu badai ( kalau punya )
* Kompor portable( kompor gunung )
* Makanan ringan dan makanan untuk dimasak
* Golok / Parang ( wajib dibawa )
* Kamera ( bila tidak ada satu barang ini urungkan niat untuk mendaki
* Lilin ( bisa diganti bawa sumbu kompor + botol kratingdaeng + minyak gas )
* Lampu tenda ( kalau punya )
* Benang dan jarum
* Obat2an ( P3K )
* Alkohol ( buat luka 2 )
* Minyak tanah
* Perban



catatan : Tidak semua keperluan dibawa oleh seorang pendakit menyesuaikan keperluan, tidak ada ukuran ataupun aturan yang pasti karna itu tergantung dari jauh perjalanan dan medan yang akan ditempuh!!

Kangen


Bulan Kemarin tanggal 27 sempat ngumpul plus makan nasi pecel ama temen Sma sepulang nobar final liga champion di UNAIR. Setelah pertandingan selesai temanku bilang katanya mau beli makan dulu, berhubung nabi usus sudah membunyikan alarm minta subsidi bahan kebutuhan perut akhirnya aku ikut serta dalam acara makan pagi sepagi paginya (situasi saat itu pagi sekali karena masih sekitar jam 4 pagi).

dari rencana awal cuma makan, akhirnya obrolan melantur kemana - mana, dari gosip (parah 2 orang co gosip) sampe hal-hal yang dianggap tabu..hehehe...

ada satu topik perbincangan yang sangat membuat hati ini menjadi semangat sekaligus lemah lesu, oiya temenku ini kuliah di salah satu PTN terkemuka di kota surabaya, sebut saja bagonk (bukan nama sebenarnya), kuliah di fakultas FISIP, seangkatan dengan aku waktu SMA. Kembali ke topik yang membuat aku tergugah (padahal enggak tidur). dia tanya :

"G Kangen ama suasana camping? g kangen ama baunya tanah di puncak gunung?"

woeee...
rasanya semangat ini langsung terbakar mendengar kata - kata itu, sebuah tantangan yang tak akan aku lewatkan, tapi ada satu masalah yang membelit...
Mental!!
Siap Setiap Saat....
Biaya!!!
Alhamdulillah Ada....
Stamina!!!
Bisa Dipersiapkan....
Peralatan!!!
Tinggal mudik ambil Tenda dan sebagainya...
Waktu!!!!
ini dia kendala terbesar.....

tapi di hati ini rasanya sudah merindukan suasana pegunungan dan puncak yang selalu memanggil, terakhir mendaki bulan januari dengan rekan ku ekspedisi semalam di salah satu gunung di mojokerto, uh rasanya pengen teriak aja...

ini tadi juga barusan liat foto temen di FB, gunung yang selama ini menjadi cita - citaku untuk kesana, ehhh dia malah udah kesana..

sekian aja curhatku kali ini...

KANGEN....

Jumat, 15 Mei 2009

Transformers 2 : Revenge of the fallen

film-film top yang telah dirilis pada musim panas 2008 biarlah berlalu, sekarang waktunya untuk berfokus pada film yang berpotensi menjadi blockbuster 2009. Tidak perlu diragukan lagi TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN akan menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu....



Film ini di kabarkan telah menghabiskan dana sbesar US$200 juta

RELEASE tgl 24 JUNI 2009

Film yang dibintangi oleh Shia LaBeouf, Megan Fox, Isabel Lucas, dan Rainn Wilson ini memang sempat terhenti sejenak produksinya karena kecelakaan yang dialami oleh LaBeouf. Namun hal ini tidak membuat sang sutradara, Michael Bay, kekurangan akal. Dia memasukkan cerita tambahan untuk LaBeouf sehingga karakternya diceritakan mendapatkan luka di tangan.

Installment kedua TRANSFORMERS ini menceritakan tentang perang demi menyelamatkan alam semesta. Setelah kembali ke Cybertron, Starscream mendapatkan perintah dari Decepticons dan harus kembali ke Bumi dengan pasukannya.

Autobots percaya bahwa kedamaian masih jauh saat mengetahui bahwa mayat Megatron dicuri dari Markas Militer Amerika oleh Scorponok dan dihidupkan kembali.

neh daftar2 robotnya yg akan bermain :
AUTOBOTS:

* OPTIMUS PRIME: Pemimpin Autobots yang kharismatik, (Peterbilt truck)
* IRONHIDE: Spesialis persenjataan (GMC Topkick)
* RATCHET: Medis (Hummer H2)
* BUMBLEBEE: Sobat dekat Sam Witwicky (2010 Chevorlet Camaro, udah upgrade dibanding film dulu kyknya)
* ARCEE: Autobot cewek (Sepeda motor)
* JETFIRE: Decepticon tua yang pindah ke Autobot (SR71 Blackbird jet)
* JOLT: Aslinya Decepticon, tapi di film jadi Autobot (Chevrolet Volt plug-in hybrid)
* SKID & MUDFLAP: "The Twins" (Chevrolet Beat and Trax concept cars)

DECEPTICONS:

* STARSCREAM: Wakil Megatron (F-22 Raptor jet)
* SCORPONOK: Kalajengking mekanik yang menyerang pasukan Amerika di gurun
* THE FALLEN: Salah satu Transformer leluhur, disebut "the most elemental bad guy" sama penulis skripnya
* SIDEWAYS: Audi R8
* SOUNDWAVE: Portable cassette player
* RAVAGE: robot empat kaki berbentuk kucing
* THE DOCTOR
* WHEELIE: Truk kecil
* DEMOLISHER: Salah satu Constructicon yang bertransformasi ke mobil konstruksi
* DEVASTATOR: Robot raksasa hasil gabungan para Constructicon (Scavenger, Scrapper, Hightower, Longhaul, Rampage, Overload dan Mixmaster)

Senin, 27 April 2009

Kaca Spion - Andy F Noya

Tadi secara ngak sengaja pas Ngakus ( baca : ikut forum di Kaskus.us ) nemu postingan orang yang keren banget, dia copas dari tulisan seorang yang mungkin semua sudah tau beliau, beliau terkenal lewat acara beliau di salah satu stasiun TV swasta, yaitu "Kick Andy".

iya bener banget, Andy Flores Noya pria kelahiran Surabaya, 6 November 1960 ini merupakan seorang yang banyak sekali memberi inspirasi melalui acara beliau maupun tulisan beliau. salah satunya tulisan dibawah ini, kenapa aku posting tulisan ini? karena setelah membaca tulisan ini jiwaku terasa tenang banget, dan aku langsung menghubungi teman lama yang selama ini aku marah ma dia...

Kaca Spion

story from Andi F Noya

Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta .

Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana .

Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan.
Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler.

Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu.

Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul.

Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama.

Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda?
Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri.

Bukan soal rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah.

Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro.

Ini tempat favorit saya.

Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya merasa begitu bahagia.

Biasanya satu sampai dua jam saya di sana .

Jika masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati.

Bau harum buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang dan hati riang.
Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak gado-gado di sudut jalan, di luar pagar.

Kain penutupnya khas, warna hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero
Jakarta . Harganya Rp 500 sepiring sudah termasuk lontong.

Makan sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang lebih, saya pasti nambah satu piring lagi.

Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan Siapa Orang Indonesia .

Kemudian pindah menjadi reporter di Harian Bisnis Indonesia.

Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA.

Karir saya terus meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia dan Metro TV.
Sampai suatu hari, kerinduan itu datang.

Saya rindu makan gado-gado di sudut jalan itu.

Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya menjadi gundah.

Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan kegundahan tersebut.

Saya risau saya sudah berubah dan tidak lagi menjadi diri saya sendiri.

Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya mobil sendiri, dan
punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah.

Saya tidak ingin menjadi sombong karenanya.
Hal itu berkaitan dengan pengalaman masa kecil saya di Surabaya .

Sejak kecil saya benci orang kaya. Ada kejadian yang sangat membekas dan menjadi trauma masa kecil saya.

Waktu itu umur saya sembilan tahun.

Saya bersama seorang teman berboncengan sepeda hendak bermain bola.

Sepeda milik teman yang saya kemudikan menyerempet sebuah mobil. Kaca spion mobil itu patah.
Begitu takutnya, bak kesetanan saya berlari pulang.

Jarak 10 kilometer saya tempuh tanpa berhenti.

Hampir pingsan rasanya. Sesampai di rumah saya langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur.

Upaya yang sebenarnya sia-sia. Sebab waktu itu kami hanya tinggal di sebuah garasi mobil, di Jalan Prapanca.

Garasi mobil itu oleh pemiliknya disulap menjadi kamar untuk disewakan kepada kami. D

engan ukuran kamar yang cuma enam kali empat meter, tidak akan sulit menemukan saya. Apalagi tempat tidur di mana saya bersembunyi adalah satu-satunya tempat tidur di ruangan itu.

Tak lama kemudian, saya mendengar keributan di luar.
Rupanya sang pemilik mobil datang.

Dengan suara keras dia marah-marah dan mengancam ibu saya.

Intinya dia meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya.
Pria itu, yang cuma saya kenali dari suaranya yang keras dan tidak bersahabat, akhirnya pergi setelah ibu berjanji akan mengganti kaca spion mobilnya.

Saya ingat harga kaca spion itu Rp 2.000. Tapi uang senilai itu, pada tahun 1970, sangat besar.

Terutama bagi ibu yang mengandalkan penghasilan dari menjahit baju.

Sebagai gambaran, ongkos menjahit baju waktu itu Rp 1.000 per potong. Satu baju memakan waktu dua minggu.

Dalam sebulan, order jahitan tidak menentu. Kadang sebulan ada tiga, tapi lebih sering cuma satu. D

engan penghasilan dari menjahit itulah kami - ibu, dua kakak, dan saya - harus bisa bertahan hidup sebulan.
Setiap bulan ibu harus mengangsur ganti rugi kaca spion tersebut.

Setiap akhir bulan sang pemilik mobil, atau utusannya, datang untuk mengambil uang.

Begitu berbulan-bulan. Saya lupa berapa lama ibu harus menyisihkan uang untuk itu.

Tetapi rasanya tidak ada habis-habisnya. Setiap akhir bulan, saat orang itu datang untuk mengambil uang, saya selalu ketakutan.

Di mata saya dia begitu jahat. Bukankah dia kaya? Apalah artinya kaca spion mobil baginya?

Tidakah dia berbelas kasihan melihat kondisi ibu dan kami yang hanya menumpang di sebuah garasi?

Saya tidak habis mengerti betapa teganya dia. Apalagi jika melihat wajah ibu juga gelisah menjelang saat-saat pembayaran tiba.

Saya benci pemilik mobil itu. Saya benci orang-orang yang naik mobil mahal.

Saya benci orang kaya.
Untuk menyalurkan kebencian itu, sering saya mengempeskan ban mobil-mobil mewah.

Bahkan anak-anak orang kaya menjadi sasaran saya.
Jika musim layangan, saya main ke kompleks perumahan orang-orang kaya.
Saya menawarkan jasa menjadi tukang gulung benang gelasan ketika mereka adu layangan.

Pada saat mereka sedang asyik, diam-diam benangnya saya putus dan gulungan benang gelasannya saya bawa lari.

Begitu berkali-kali. Setiap berhasil melakukannya, saya puas. Ada dendam yang terbalaskan.
Sampai remaja perasaan itu masih ada. Saya muak melihat orang-orang kaya di dalam mobil mewah.

Saya merasa semua orang yang naik mobil mahal jahat. Mereka orang-orang yang tidak punya belas kasihan.

Mereka tidak punya hati nurani.
Nah, ketika sudah bekerja dan rindu pada gado-gado yang dulu semasa kuliah begitu lezat,

saya dihadapkan pada kenyataan rasa gado-gado itu tidak enak di lidah.

Saya gundah. Jangan-jangan sayalah yang sudah berubah. Hal yang sangat saya takuti.

Kegundahan itu saya utarakan kepada istri. Dia hanya tertawa. ''Andy Noya, kamu tidak usah merasa bersalah.

Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan. D

ulu mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan.

Sekarang, apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang enak-enak.

Citarasamu sudah meningkat,'' ujarnya. Ketika dia melihat saya tetap gundah, istri saya mencoba meyakinkan,

"Kamu berhak untuk itu. Sebab kamu sudah bekerja keras."
Tidak mudah untuk untuk menghilangkan perasaan bersalah itu.

Sama sulitnya dengan meyakinkan diri saya waktu itu bahwa tidak semua orang kaya itu jahat.

Dengan karir yang terus meningkat dan gaji yang saya terima, ada ketakutan saya akan berubah.

Saya takut perasaan saya tidak lagi sensitif. Itulah kegundahan hati saya setelah makan gado-gado yang berubah rasa.

Saya takut bukan rasa gado-gado yang berubah, tetapi sayalah yang berubah. Berubah menjadi sombong.
Ketakutan itu memang sangat kuat. Saya tidak ingin menjadi tidak sensitif.

Saya tidak ingin menjadi seperti pemilik mobil yang kaca spionnya saya tabrak.
Kesadaran semacam itu selalu saya tanamkan dalam hati. Walau dalam
kehidupan sehari-hari sering menghadapi ujian. Salah satunya ketika mobil saya ditabrak sepeda motor dari belakang.

Penumpang dan orang yang dibonceng terjerembab.

Pada siang terik, ketika jalanan macet, ditabrak dari belakang, sungguh ujian yang berat untuk tidak marah.

Rasanya ingin melompat dan mendamprat pemilik motor yang menabrak saya.

Namun, saya terkejut ketika menyadari yang dibonceng adalah seorang ibu tua dengan kebaya lusuh.

Pengemudi motor adalah anaknya. Mereka berdua pucat pasi.
Selain karena terjatuh, tentu karena melihat mobil saya penyok.
Hanya dalam sekian detik bayangan masa kecil saya melintas.

Wajah pucat itu serupa dengan wajah saya ketika menabrak kaca spion.

Wajah yang merefleksikan ketakutan akan akibat yang harus mereka tanggung.

Sang ibu, yang lecet-lecet di lutut dan sikunya, berkali-kali meminta maaf atas keteledoran anaknya.

Dengan mengabaikan lukanya, dia berusaha meluluhkan hati saya. Setidaknya agar saya tidak menuntut ganti rugi.
Sementara sang anak terpaku membisu. Pucat pasi. Hati yang panas segera luluh.

Saya tidak ingin mengulang apa yang pernah terjadi pada saya.
Saya tidak boleh membiarkan benih kebencian lahir siang itu.

Apalah artinya mobil yang penyok berbanding beban yang harus mereka pikul.
Maka saya bersyukur. Bersyukur pernah berada di posisi mereka.

Dengan begitu saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan.

Setidaknya siang itu saya tidak ingin lahir sebuah benih kebencian.

Kebencian seperti yang pernah saya rasakan dulu. Kebencian yang lahir dari pengalaman hidup yang pahit.

Rabu, 15 April 2009

Efek Rumah Kaca (ERK): Lirik Cerdas, Musik Cerdas, kritik Keras


Mungkin pertama menedengar nama grup band baru kita akan malas, mungkin kita udah bosen dengan munculnya band2 baru dan mengusung lagu2 dengan nada2 minor, lirik apa adanya, dan musik yang mendayu – dayu yang semakin mennegaskan kalau kita ini orang melayu padahal kita ini orang Indonesia (bukan melayu, jawa, batak, irian, bali ato apapun).

Coba dengar lagu – lagu dari grup band ini, aku sarankan juga dengerin liriknya baik – baik, atau nyari aja lirik lagunya (udah banyak di blog2 tetangga). Grup band yang digawangi oleh Cholil Mahmud (Vokal), Akbar (Basis), Andrian (Drum)yang merupakan penganut Indie ini benar – benar melihat semua permasalahan yang ada di sekitar kita tanpa menutup – nutupi dan mencoba membuat halusinasi demi menutupi semua kekurangan di sekitar kita. Menggunakan bahasa Indonesia yang sangat indah dan merangkainya dengan begitu anggun, menunjukkan bahwa mereka memang pintar dalam meramu setiap kata – kata dalam bahasa Indonesia mmenjadi ramuan cerdas.

Pertama mendengar musik mereka kita akan langsung teringat dengan grup legendaries RADIOHEAD ataupun MUSE, musik yang unik dan vocal TOM Yorke dari RADIOHEAD yang begitu melengking mempesona, dan MUSE yang juga memiliki musik yang aneh membuat musik dari ERK juga begitu aneh bagi orang – orang penggemar musik melayu dengan lirik apa adanya tadi. Album pertama mereka Self Titled memulai pergerakan pemberontakan terhadap semua kebohongan di masyarakat, megandalkan single di Udara mereka menggebrak, lagu yang di persembahkan untuk MUNIR sang Aktivis HAM yang meninggal dunia ketika perjalanannya ke belanda merupakan lagu yang pertama aku dengar, dan merupakan lagu yang membuat aku langsung jatuh cinta ma ini band

Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan

Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti..

Penggalan lirik dari lagu di Udara ini bila kita resapi akan memberikan efek semangat yang luar biasa, kita bisa mati, namun semangat dan pemikiran kita tidak akan mati.

Mereka adalah penyelamat industri musik Indonesia. Sound simpel yang dibalut dengan lirik-lirik yang puitis dan cerdas adalah kelebihan mereka..mereka brilliant….!!!!!

Salute….

Untuk review album akan kita bahas di lain kesempatan.

Sabtu, 04 April 2009

X-MEN ORIGINS : WOLVERINE Sapa yang mau Download?


Huuuhhh…film yang lama banget aku nantikan akhirnya bisa aku lihat kemarin dikantor ( Jumat, 3 April 2009 ), udah lama banget aku ngidolain tokoh superhero yang satu ini. WOLVERINE, tokoh superhero keluarga X-MEN ini adalah pimpinan dari komplotan anak buah Sang Profesor, aku sangat suka dengan sifat pemberontak dan semau gue dari ni tokoh, apalagi setelah film ini diangkat ke layar lebar, Hugh Jackman merupakan tokoh yang sangat tepat untuk menjadi pemeran dari superhero yang mempunyai sifat hewan Srigala ini.

X-MEN ORIGINS : WOLVERINE sejatinya baru akan dirilis 1 Mei ( itupun di negaranya bang OBAMA sono ) ternyata udah bocor alias udah beredar atau lebih enak ngomongnya udah bisa diDOWNLOAD mulai hari rabu ( 1 April ) kemarin. Hal mengenai kebocoran film ini juga diakui secara terbuka oleh sang empu pembuat film keren ini, bahkan menurut 20th Century Fox, bocoran yang udah bisa di dapat itu termasuk suara dan musik sementara, beberapa efek khusus dan juga adegan yang akan dihapus, untung seh aku dah tau tentang masalah ini jadi aku enggak kaget waktu aku kemarin liat ini film. Sebenarnya dari pihak 20th Century Fox udah mengontak pihak yang mempunyai hak untuk menghapus ( ga tau aku sapa yang dimaksud, aku pas baca juga bingung siapa ya? Setau aku kalau emang pengen ngapus kontak aja tuh pentagon suruh matiin server, dijamin tuh film gak akan beredar luas ) tapi file yang udah kesebar di internet terjamin dah persebarannya g akan bisa berhenti.

Tapi waktu aku baca di salah satu situs, katanya pihak 20th Century Fox sudah meminta FBI dan MPAA (Motion Picture Association of America) untuk menyelidiki siapa dalang maslah ini. Film garapan sutradara Gavin Hood ini akan rilis resmi secara internasional mulai 28 April dan bakal tayang di seluruh dunia pada tanggal 1 Mei.

Buat yang mau download silahkan cari link sendiri, pake mbah googling aja.., ato bisa nyari di servernya www.i_d_w_b_t_r.com....

Jumat, 27 Maret 2009

More Than Spirit Room

saat ini aku pengen memutar waktu kembali ke masa kuliah dulu, tepatnya akhir masa kuliahku. Di tempatku kuliah bila kami para mahasiswa sudah semester akhir untuk syarat kelulusan diharuskan membuat suatu alat yang berkaitan dengan kuliah kami dulu, dan hal tersebut dinamakan TUGAS AKHIR, semacam skripsi kalau di tempat lain. tapi aku disini ngak mauRata Penuh bahas masalah apa itu tugas akhir. yang aku pengen bahas disini adalah proses pengerjaan TA (sebuatn Tugas Akhir).

Di kampusku untuk proses pengerjaan TA sudah disiapkan ruang-ruang khusus yang digunakan sebagai tempat untuk mengerjakan TA walaupun pada praktiknya ruang TA menjadi kos-kosan bagi temen-temen yang emang sayang ama kampus ato lebih memilih dikampus karena makanan lebih terjamin....

Ruang TA yang aku tempati adalah ruang kedua yang dibuka untuk mahasiswa, karena desakan nonton bareng EURO juga kami memberanikan diri untuk menginap di ruang TA, padahal hal itu tidak diperbolehkan oleh pihak kampus, namun jangan salah, bukane kami tanpa izin, kami sudah mengantongi izin dari asisten lab yang membawahi ruang TA kami, itu yang jadi pegangan kami. malam pertama sukses abis, dengan adanya teman yang bawa makanan (jadi ngak kelaparan) walaupun akhirnya keesokan paginya kami kuliah pendidikan Agama Islam dengan mata yang sangat berat untuk dibuka karena begadang liat EURo. selama EURO kegiatan kami di ruang TA hanya nonton, makan, rokokan, ngegame kegiatan positif kami cuma sholat, TA belum ada di Otak.

EURO selesai, akhirnya kami mulai masuk kekawah jonggring saloka (mulai ngerjain TA). tapi hal yang paling asik adalah sudah mulai ada temen-temen ce yang nginep kampus(jangan berpikir kotor ya!! kami memegang teguh agama lho..!!) ruang TA mulai jadi seperti kapal pecah, celana, baju, handuk bertebaran. alat -alat dari teman-teman berserakan dan manusia penghuni ruang TA yang juga berserakan dilantai bila sudah jam 1 atau 2 malam tidak perduli itu cowok atau cewek. ruang kami semakin hancur karena kalau siang ruangan kami digunakan sebagai basecamp oleh teman-teman yang lain. Banyak sekali tawa dan tangis dis ruang ini, ada yang cemburu dengan teman sendiri karena ceweknya lebih dekat dan sholat bareng temen cowok, ada yang bertengkar sesama teman cowok karena masalah printer hingga mau saling baku hantam, ada yang menangis karena alatnya tidak jadi, ada yang tidur sambil ngorok keras banget (dalam hal ini yang aku omongin cewek bukan cowok), ada yang sante-sante aja kayak ngak punya dosa dan malah mengurusi bisnis besi bekas, ada yang malem-malem kedatangan tamu (maaf, Mens) ngak bawa "bantal super", dan yang paling dahsyat adalah terciptanya sekelompok pahlawan pembela yang bayar "Power Rangers". wah banyak banget kayaknya kejadian lucu ngak cukup aku sampein disini...


dan di akhir semua itu Syukur Kepada ALLAH Maha Segala Maha..
kami bersepuluh yang tercatat sebagai penghuni ruang TA tersebut berhasil lulus dan wisuda bareng....

disini aku ucapkan Banyak Terima Kasih buat temanku satu LAB :
Panji P, M. Nurullah, Perdana DD, Prila N, Dwi ANR, Fuko JN, Mursyidatul L, Engga W, Dwi JAk.

dan teman-teman terhebatku :
Agustina W, Fitria C, Delvi O, Agustina T, Faisol A, Debi P, Didit W, Granito EP, Rena, Heru J, Eko, Ita k, Agung B, M Jaenal A, M fatchur R, RA Maulidina, Ajoeb T, Widathus S, Devis P
kangen ma kalian semua.....

dan satu orang temanku yang hilang :
" PENDHIK "
kamu dimana?

Selasa, 24 Maret 2009

what is a Subnet ?

Seorang Network Administrator yang handal bila dia tidak mengerti apa itu subneting maka dia tidak bisa disbut Network Administrator. Yang merupakan hal utama adalah untuk mengerti dan memahami TCP/IP termasuk kegunanaan dari hal tersebut.

kalau teman-teman suka main di jaringan dengan protokol TCP/IP rasanya penjabaran berikut akan sesuai dengan amda, teman-teman mungkin pernah melakukan setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, …dst dan netmask (subnet) 255.255.255.0 . itu sudah terlalu sering mungkin untuk teman-teman, sekarang kita bermain IP untuk nilai seperti dibawah ini :

192.168.50.1 netmask 255.255.255.248 atau
192.168.100.16 netmask 255.255.255.240 …???

Teori Singkat & Umum

Untuk mengerti lebih dalam, pertama kita coba akan melakukan perbincangan yang lebih intim dengan dasar dari IP, kita buka baju IP dan didalm IP kita akan mendapat informasi tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal ? (cari di halaman tetangga, masih lum sempat nulis tentang itu), IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4×8 bit.

Contoh :
8 bit.8 bit.8 bit.8 bit
192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 1
192 . 168 . 0 . 1

suatu hal yang harus dipahami untuk lebih intim dengan IP Address adalah lebih dalam mengenalnya, yaitu sebagai berikut :

Kelas IP
IP Address sendiri terbagi atas 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Kenapa harus dibagi berdasar kelas-kelas tertentu? (kayak sekolah aja..
Dasar yang digunakan atas pembagian kelas ini adalah untuk lebih memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.

Kelas A
Kelas A untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
Bit Pertama : 0 Net-ID : 8 bit Host-ID : 24 bit Range IP : 1.xxx.xxx.xxx - 176.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214

Note : 0 dan 177 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 177.0.0.0 dipakai untuk localhost.

Kelas B
Kelas B untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
2 Bit Pertama : 10 Net-ID : 16 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 135.xxx.xxx.xxx - 202.255.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532

Kelas C
Kelas C untuk jaringan dengan jumlah host yang sedikit
3 Bit Pertama : 110 Net-ID : 24 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 192.xxx.xxx.xxx - 251.255.255.255 Jumlah IP : 254

Kelas D
4 Bit Pertama : 1110 Byte Inisial : 224 - 247Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID

Kelas E
4 Bit Pertama : 1111 Byte Inisial : 248 - 255Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental

-> Network ID (Net-ID)

Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Contoh :
segmen dengan IP range 172.168.0.0 - 172.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 172.168.0.0.
Sebuah jaringan dengan IP range 172.168.5.16 - 172.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 172.168.5.16Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.

-> IP Broadcast

Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 172.168.0.255 .Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.

-> Subnet Mask (Netmask)

Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk :
membedakan Net-ID dan Host-ID
menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0 Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0 Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0

Contoh :
sebuah segmen dengan IP range 172.168.0.0 - 172.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 .

-> Prefix

Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari contoh juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24

-> Jumlah IP yang tersedia

Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (172.168.0.0 - 172.168.0.255)Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast..

-> Jumlah Host

Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (172.168.0.1 - 172.168.0.254). IP 172.168.0.0 sebagai Net-ID dan 172.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia - 2

-> IP Public

Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Contoh :
202.43.252.4, 172.26.2.45, 10.10.2.1 dstNote : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.

-> IP Private

Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Contoh :
172.168.1.1, 172.168.0.5, 172.168.10.200 dst
Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.

Memulai Perhitungan

Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :

Cara membaca :

Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
Apabila pada kolom pertama di beri nilai ‘10 dan yg lainnya bernilai ‘00 ( .10000000 ) maka
Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
Kita dapat menuliskan IP tersebut 172.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu
172.168.0.0 - 172.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen 172.168.0.128 - 172.168.0.255
Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .Sekarang dapatkah Anda mencari seperti 5 point sebelumnya apabila 3 bit pertama di beri nilai ‘10 ?





Senin, 23 Maret 2009

Berdua sepenanggungan di penanggungan

Gila,...sudah lama banget aku pengen ndaki ke gunung ini, emang seh untuk ketinggian tidak terlalu tinggi tapi gunung satu ini cukup buat aku penasaran, kenapa aku penasaran dengan gunung satu ini?


Oke aku jelasin apa yang membuat aku penasaran ama gunung yang satu ini. kalau kita jalan-jalan kemalang atao ke pasuruan, pas di sekitar alun-alun sidoarjo gunung ini udah menjulang, unik banget gunung ini kayak sendirian berdiri di tengah-tengah antara kota mojokerto dan sidoarjo, kalau kita di sekitar bundaran gempol akan semakin jelas pemandangan ke arah gunung ini. perhatikan bentuknya, yang membuat aku penasaran adalah bentuknya bila jeli bentuknya mirip sekali dengan MAHAMERU, jadi penasaran ma itu gunung. sempat baca - baca tentang gunung ini, beberapa orang menyebutnya sebagai miniatur gunung semeru (kalau dari kota nglihat gunung ini aku setuju, tapi klu dah ndaki? wah beda banget). ada pula cerita rakyat yang menyebutkan, dulu pada jaman Dewa-dewa (bukan dewanya ahmad dhani) pulau jawa ini terombang-ambing disamudera Hindia, dan para dewa berusaha membuat pulau jawa itu tidak terombang-ambing dengan memaku (g nemu kata yang pas) ke bumi, lha..disebutkan bahwa gunung penanggungan itu merupakan pangkal atas daris sebuah paku. la ini yang buat aku binggung, aku juga pernah baca kalau candi Borobudur juga digunakan oleh para dewa untuk memaku pulau jawa, ini mana yang benar? emang pulau jawa senakal itu kah? sampe harus dipaku berkali-kali, jangan-jangan gunung Gede di Jawa Barat juga paku bumi? heeehhheee....

Oyi..kita kembali ke pokok bahasan kita, gunung ini memiliki ketinggian 1.653 Mdpl (jangan pandang Mdplnya tapi tantangannya wooooo.....nanjak terus ching...lurus.....nanjak...)

Jumat tanggal 16 januari 2009, setelah sekian lama tertunda, dan sekian teman menolak ikut karena alasan masing2, tekad sudah bulat, rasa kangen dingin gunung udah ga bisa ditahan akhirnya aku putusin berangkat walaupun hanya berdua dengan temanku,berangkat dari rumah teman di daerah semolo surabaya sekitar jam 4 sore, kami berdua berangkat berdua mengendarai sepedah motor temanku, baru berangkat 5 menit sudah diguyur hujan, sempat mau membatalkan temanku bilang "lak wes niat g sido budal iku loro ati" (kalau sudah punya niat tapi tidak jadi berangkat itu bikin sakit hati) akhirnya kami lanjutkan perjalanan, sialnya temanku ngak bawa jas ujan, akhirnya aku serahin jas hujanku buat dia karena dia yang nyetir. di perjalanan sempat mampir di pasar daerah semolo untuk beli panci, karena kami tidak punya panci, beli panci Rp. 6000. setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan tetap dibawah guyuran hujan. sempat berhenti di SPBU dekat alun-alun sidoarjo untuk isi bensin, buang air, beli rokok dan beli senter(aku lupa ngak bawa senter). setelah selesai kami lanjutkan perjalanan dengan sekali salah jalan di daaerah ngoro, akhirnya kami sampe di trawas di depabe kampus UBAYA sekitar jam 8 malam, kami langsung mampir ke warung, beli kopi, ganji baju tempur, titip motor jam 9/10an aku lupa kami mulai jalan.

Sempat ambil coklat anak-anak ubaya yang sedang outbond (maaf ya teman-teman UBAYA he....!!!), kami berjalan menyusuri jalan, oiya aku ma temenku ngak tau jalan kami mengandalkan insting dan benar, baru pertama jalan kami udah salah jalan kami malah turun ke bukit sebelah (SD penanggungan) wah akhirnya kami balik mencari jalan, nyoba jalan setapak agak lebar eh salah lagi, malah masuk kepintu vila, balik lagi nyari jalan lagi, akhirnya ketemu jalan yang bener. wah ketemu juga kami jalan dengan semangat yang menggebu-gebu, eh ternyata salah jalan lagi, salah jalan sekitar 2 kM, balik lagi akhirnya nemu jalan lagi dan kami sudah mulai bener karena setelah jalan beberapa lama, kami menemukan pondokan, seneng banget rasanya, kami sampe pondokan sekitar jam 11 malem, langsung aja kami masak mie, dan istirahat, jam 1 malem kami kedatangan teman-teman dari Mojokerto yang juga mau ke puncak sempat ngobrol sebentar, kami berdua meneruskan perjalanan menuju ke puncak sekitar jam 1.30an.

Perjalanan setelah pondokan ini menjadi perjalanan paling menantang, karena senterku ternyata mati, senter isol juga rusak, akhirnya kami berjalan tanpa senter, disinilah keajaiban terjadi, langit yang dari tadi mendung, tiba-tiba terang benderang, cahaya bulan seakan menjadi lampu dunia, dan perjalanan tanpa senter ini tak terasa karena terangnya cahaya bulan, rute bertambah berat, jalan menanjak terus lurus, setelah lewat hutan kami sampe ke puncak bayangan, dari puncak bayangan ini track lurus menanjak tersaji didepan mata (ngak mbayangin kalu jalan siang), perjalanan melewati jalan berbatu-batu mirip aliran air dengan kemiringan 30 derajat sempat patah semangat karena jalan yang begitu berat. dengan saling menyemangati dan mengejar target sebelum subuh harus sudah sampe puncak kami paksakan tenaga untuk segera sapme puncak.saling memberi semangat memperbanyak doa, dan meyakinkan hati kalau kami tidak slah jalan.

Tepat pukul 05.53 tanggal 17 januari 2009 kami mencapai puncak Gunung PENAGGUNGAN....

Lega sekali rasanya..
ALLAH Hu AKBAR..
Hanya itu yang pantas kami ucapkan..

Untuk cerita di puncak dan perjalan turun aku ceritakan pada posting "Berdua sepenanggungan di penanggungan part 2" biar penasaran.



Jumat, 20 Maret 2009

Yang Aku Rasakan Saat Ini

Kalau boleh aku berkata jujur ya (emang harus jujur), aku pengen ngomong "aku seneng banget"

Karena au kembali lagi berkiprah di salah satu web pribadi, setelah FS, Multiply, FB, Myspace, Hi5, dan sebagainya, akhirnya aku maenan blog...


GO-BLOG.....!!!!!