Senin, 23 Maret 2009

Berdua sepenanggungan di penanggungan

Gila,...sudah lama banget aku pengen ndaki ke gunung ini, emang seh untuk ketinggian tidak terlalu tinggi tapi gunung satu ini cukup buat aku penasaran, kenapa aku penasaran dengan gunung satu ini?


Oke aku jelasin apa yang membuat aku penasaran ama gunung yang satu ini. kalau kita jalan-jalan kemalang atao ke pasuruan, pas di sekitar alun-alun sidoarjo gunung ini udah menjulang, unik banget gunung ini kayak sendirian berdiri di tengah-tengah antara kota mojokerto dan sidoarjo, kalau kita di sekitar bundaran gempol akan semakin jelas pemandangan ke arah gunung ini. perhatikan bentuknya, yang membuat aku penasaran adalah bentuknya bila jeli bentuknya mirip sekali dengan MAHAMERU, jadi penasaran ma itu gunung. sempat baca - baca tentang gunung ini, beberapa orang menyebutnya sebagai miniatur gunung semeru (kalau dari kota nglihat gunung ini aku setuju, tapi klu dah ndaki? wah beda banget). ada pula cerita rakyat yang menyebutkan, dulu pada jaman Dewa-dewa (bukan dewanya ahmad dhani) pulau jawa ini terombang-ambing disamudera Hindia, dan para dewa berusaha membuat pulau jawa itu tidak terombang-ambing dengan memaku (g nemu kata yang pas) ke bumi, lha..disebutkan bahwa gunung penanggungan itu merupakan pangkal atas daris sebuah paku. la ini yang buat aku binggung, aku juga pernah baca kalau candi Borobudur juga digunakan oleh para dewa untuk memaku pulau jawa, ini mana yang benar? emang pulau jawa senakal itu kah? sampe harus dipaku berkali-kali, jangan-jangan gunung Gede di Jawa Barat juga paku bumi? heeehhheee....

Oyi..kita kembali ke pokok bahasan kita, gunung ini memiliki ketinggian 1.653 Mdpl (jangan pandang Mdplnya tapi tantangannya wooooo.....nanjak terus ching...lurus.....nanjak...)

Jumat tanggal 16 januari 2009, setelah sekian lama tertunda, dan sekian teman menolak ikut karena alasan masing2, tekad sudah bulat, rasa kangen dingin gunung udah ga bisa ditahan akhirnya aku putusin berangkat walaupun hanya berdua dengan temanku,berangkat dari rumah teman di daerah semolo surabaya sekitar jam 4 sore, kami berdua berangkat berdua mengendarai sepedah motor temanku, baru berangkat 5 menit sudah diguyur hujan, sempat mau membatalkan temanku bilang "lak wes niat g sido budal iku loro ati" (kalau sudah punya niat tapi tidak jadi berangkat itu bikin sakit hati) akhirnya kami lanjutkan perjalanan, sialnya temanku ngak bawa jas ujan, akhirnya aku serahin jas hujanku buat dia karena dia yang nyetir. di perjalanan sempat mampir di pasar daerah semolo untuk beli panci, karena kami tidak punya panci, beli panci Rp. 6000. setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan tetap dibawah guyuran hujan. sempat berhenti di SPBU dekat alun-alun sidoarjo untuk isi bensin, buang air, beli rokok dan beli senter(aku lupa ngak bawa senter). setelah selesai kami lanjutkan perjalanan dengan sekali salah jalan di daaerah ngoro, akhirnya kami sampe di trawas di depabe kampus UBAYA sekitar jam 8 malam, kami langsung mampir ke warung, beli kopi, ganji baju tempur, titip motor jam 9/10an aku lupa kami mulai jalan.

Sempat ambil coklat anak-anak ubaya yang sedang outbond (maaf ya teman-teman UBAYA he....!!!), kami berjalan menyusuri jalan, oiya aku ma temenku ngak tau jalan kami mengandalkan insting dan benar, baru pertama jalan kami udah salah jalan kami malah turun ke bukit sebelah (SD penanggungan) wah akhirnya kami balik mencari jalan, nyoba jalan setapak agak lebar eh salah lagi, malah masuk kepintu vila, balik lagi nyari jalan lagi, akhirnya ketemu jalan yang bener. wah ketemu juga kami jalan dengan semangat yang menggebu-gebu, eh ternyata salah jalan lagi, salah jalan sekitar 2 kM, balik lagi akhirnya nemu jalan lagi dan kami sudah mulai bener karena setelah jalan beberapa lama, kami menemukan pondokan, seneng banget rasanya, kami sampe pondokan sekitar jam 11 malem, langsung aja kami masak mie, dan istirahat, jam 1 malem kami kedatangan teman-teman dari Mojokerto yang juga mau ke puncak sempat ngobrol sebentar, kami berdua meneruskan perjalanan menuju ke puncak sekitar jam 1.30an.

Perjalanan setelah pondokan ini menjadi perjalanan paling menantang, karena senterku ternyata mati, senter isol juga rusak, akhirnya kami berjalan tanpa senter, disinilah keajaiban terjadi, langit yang dari tadi mendung, tiba-tiba terang benderang, cahaya bulan seakan menjadi lampu dunia, dan perjalanan tanpa senter ini tak terasa karena terangnya cahaya bulan, rute bertambah berat, jalan menanjak terus lurus, setelah lewat hutan kami sampe ke puncak bayangan, dari puncak bayangan ini track lurus menanjak tersaji didepan mata (ngak mbayangin kalu jalan siang), perjalanan melewati jalan berbatu-batu mirip aliran air dengan kemiringan 30 derajat sempat patah semangat karena jalan yang begitu berat. dengan saling menyemangati dan mengejar target sebelum subuh harus sudah sampe puncak kami paksakan tenaga untuk segera sapme puncak.saling memberi semangat memperbanyak doa, dan meyakinkan hati kalau kami tidak slah jalan.

Tepat pukul 05.53 tanggal 17 januari 2009 kami mencapai puncak Gunung PENAGGUNGAN....

Lega sekali rasanya..
ALLAH Hu AKBAR..
Hanya itu yang pantas kami ucapkan..

Untuk cerita di puncak dan perjalan turun aku ceritakan pada posting "Berdua sepenanggungan di penanggungan part 2" biar penasaran.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar